Antisipasi Lonjakan Harga, OP Gas LPG 3 Kg Digelar
INDRAMAYU – Mengantisipasi lonjakan harga gas LPG 3 kg yang belakangan terjadi di sejumlah daerah, distributor PT Barata Sakti Persada (BSP) Indramayu menggelar operasi pasar gas elpiji 3 kg di sejumlah tempat, Kamis (5/3). Diantaranya di gudang PT BSP Kelurahan Kepandean Kecamatan/Kabupaten Indramayu, dan di Desa Dukuhjati Kecematan Krangkeng. Kegiatan operasi pasar ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat sekitar.
Khaerudin (50), salah seorang warga, mengaku senang dengan adanya operasi pasar LPG 3 kg ini. Pasalnya ia bisa membeli gas dengan harga standar sesuai HET (Harga Eceran Tertinggi). Padahal kalau beli di warung harganya sudah cukup melambung, bahkan hingga Rp18.000 per tabung. “Adanya operasi pasar ini tentu sangat membantu kami. Karena selama ini memang harga gas 3 kg sudah cukup tinggi,” ujarnya.
Manajer operasional PT BSP, Asep Syaefudin mengatakan, kegiatan operasi pasar ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan harga gas yang selama ini sudah terjadi disejumlah daerah. Dikatakannya, melalui operasi pasar diharapkan bisa membantu masyarakat yang selama ini kesulitan mendapatkan gas LPG 3 kg dengan harga yang wajar. “Dalam operasi pasar ini kami menjual gas LPG 3 kg sesuai dengan HET di tingkat pangkalan, yaitu Rp16.000 per tabung,” jelas Asep.
Asep menambahkan, selama ini PT BSP menyalurkan gas LPG 3 kg ke sejumlah wilayah di Kabupaten Indramayu, mulai dari wilayah Indramayu bagian timur seperti Krangkeng, Karangampel, Widasari hingga Indramayu barat dan tengah, seperti Gantar, Haurgeulis dan sebagainya.
Sementara menurut Johan Wahyudi, karyawan PT BSP, dalam kegiatan operasi pasar kali ini telah dikeluarkan sebanyak 1.120 tabung untuk dua lokasi. Yaitu 560 tabung untuk wilayah Indramayu yang dipusatkan di gudang PT BSP, dan 560 tabung untuk wilayah Kecamatan Krangkeng yang dipusatkan di Desa Dukuhjati.
“Mudah-mudahan melalui operasi pasar ini tidak akan terjadi lagi kelangkaan LPG 3 kg dan harganya juga kembali normal,” ujar Johan Wahyudi, seraya mengatakan bahwa persediaan LPG 3 kg di Indramayu masih mencukupi.(oet)
Sabtu, 07 Maret 2015
Menunggu Calon Bupati yang Belum Pasti
INDRAMAYU - Pemilihan Bupati Indramayu 2015-2020 akan digelar pada bulan Desember 2015 secara serentak. Tinggal sepuluh bulan lagi. Bukan waktu yang lama. Meskipun demikian sejauh ini belum ada calon bupati yang pasti. Semua masih bakal calon. Semua masih abu-abu. Semua masih saling menunggu. Memang sudah ada puluhan nama yang muncul di media massa, media sosial, hingga media "cocot maricot" (dari mulut ke mulut). Tapi belum ada satupun yang resmi sebagai calon bupati.
Partai Golkar sebagai "Juara Bertahan" yang telah berhasil memenangkan pasangan Hj Anna Sophanah-Drs H Supendi MSi lima tahun lalu, merupakan satu-satunya partai yang telah memiliki tiket untuk mengusung calon bupati sendiri, tanpa harus berkoalisi. Dengan 19 kursi DPRD Indramayu, lebih dari cukup untuk mengusung pasangan calon sendiri. Karena syarat minimal untuk bisa mengusung calon bupati adalah memiliki 10 kursi (20% dari jumlah total kursi DPRD sebanyak 50 kursi). Tapi partai ini terlihat santai ditengah hempasan badai.
PDI Perjuangan sebagai partai terbesar kedua di Kota Mangga, sebenarnya juga sudah aman untuk bisa mengusung calon bupati, apabila koalisi dengan Partai Nasdem di parlemen memang solid hingga pilbup nanti. Seperti diketahui, PDIP memiliki 7 kursi dan Nasdem 3 kursi di DPRD Indramayu, dan keduanya tergabung dalam Fraksi PDI Perjuangan. PDI Perjuangan bahkan menjadi partai pertama yang telah melakukan penjaringan dan penyaringan bakal calon bupati Indramayu, dan tinggal menunggu hasilnya.
Namun koalisi ini belakangan sedikit terusik, karena Partai Nasdem ternyata juga membuka pendaftaran bakal calon bupati Indramayu. Belum diketahui secara pasti nasib koalisi ini. Namun menurut pengurus DPD Partai Nasdem Indramayu, untuk masalah koalisi sepenuhnya akan ditentukan oleh DPP Partai Nasdem.
Bagaimana dengan PKB (7 kursi), Gerindra (5 kursi), PKS (4 kursi), Demokrat (3 kursi), dan Hanura (2 kursi) ? Mereka memang harus berkoalisi untuk bisa mengusung pasangan calon bupati. Tapi lagi-lagi, semua mengaku masih melakukan penjajagan. Masih melakukan lobi-lobi dan kasak-kusuk. Ada yang menginginkan Koalisi Merah Putih (KMP) saat pilpres lalu dipertahankan. Begitu juga dengan parpol yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat (KIH), berharap bisa mengulang kemenangan yang telah diraih saat pilpres. Meskipun demikian, bukan hal yang tak mungkin kalau mereka akan melebur dalam "Koalisi Jumbo" untuk menantang "Juara Bertahan".
Seandainya "Koalisi Jumbo" ini menjadi kenyataan, tentunya akan terjadi persaingan sengit dalam pilbup nanti. Apalagi kalau PDI Perjuangan kemudian ikut melebur dalam Koalisi Jumbo, maka diprediksi akan terjadi pertarungan sengit satu lawan satu (head to head) antara Partai Golkar dan Non Golkar. Mungkinkah? Bukan hal yang mustahil. Tapi kalau masing-masing pimpinan parpol Non Golkar masih mengedepankan ego masing-masing, masih merasa paling hebat, masih tidak mau "ngaca", maka "Koalisi Jumbo" cuma Ngelombo (bohong).(oet)
INDRAMAYU - Pemilihan Bupati Indramayu 2015-2020 akan digelar pada bulan Desember 2015 secara serentak. Tinggal sepuluh bulan lagi. Bukan waktu yang lama. Meskipun demikian sejauh ini belum ada calon bupati yang pasti. Semua masih bakal calon. Semua masih abu-abu. Semua masih saling menunggu. Memang sudah ada puluhan nama yang muncul di media massa, media sosial, hingga media "cocot maricot" (dari mulut ke mulut). Tapi belum ada satupun yang resmi sebagai calon bupati.
Partai Golkar sebagai "Juara Bertahan" yang telah berhasil memenangkan pasangan Hj Anna Sophanah-Drs H Supendi MSi lima tahun lalu, merupakan satu-satunya partai yang telah memiliki tiket untuk mengusung calon bupati sendiri, tanpa harus berkoalisi. Dengan 19 kursi DPRD Indramayu, lebih dari cukup untuk mengusung pasangan calon sendiri. Karena syarat minimal untuk bisa mengusung calon bupati adalah memiliki 10 kursi (20% dari jumlah total kursi DPRD sebanyak 50 kursi). Tapi partai ini terlihat santai ditengah hempasan badai.
PDI Perjuangan sebagai partai terbesar kedua di Kota Mangga, sebenarnya juga sudah aman untuk bisa mengusung calon bupati, apabila koalisi dengan Partai Nasdem di parlemen memang solid hingga pilbup nanti. Seperti diketahui, PDIP memiliki 7 kursi dan Nasdem 3 kursi di DPRD Indramayu, dan keduanya tergabung dalam Fraksi PDI Perjuangan. PDI Perjuangan bahkan menjadi partai pertama yang telah melakukan penjaringan dan penyaringan bakal calon bupati Indramayu, dan tinggal menunggu hasilnya.
Namun koalisi ini belakangan sedikit terusik, karena Partai Nasdem ternyata juga membuka pendaftaran bakal calon bupati Indramayu. Belum diketahui secara pasti nasib koalisi ini. Namun menurut pengurus DPD Partai Nasdem Indramayu, untuk masalah koalisi sepenuhnya akan ditentukan oleh DPP Partai Nasdem.
Bagaimana dengan PKB (7 kursi), Gerindra (5 kursi), PKS (4 kursi), Demokrat (3 kursi), dan Hanura (2 kursi) ? Mereka memang harus berkoalisi untuk bisa mengusung pasangan calon bupati. Tapi lagi-lagi, semua mengaku masih melakukan penjajagan. Masih melakukan lobi-lobi dan kasak-kusuk. Ada yang menginginkan Koalisi Merah Putih (KMP) saat pilpres lalu dipertahankan. Begitu juga dengan parpol yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat (KIH), berharap bisa mengulang kemenangan yang telah diraih saat pilpres. Meskipun demikian, bukan hal yang tak mungkin kalau mereka akan melebur dalam "Koalisi Jumbo" untuk menantang "Juara Bertahan".
Seandainya "Koalisi Jumbo" ini menjadi kenyataan, tentunya akan terjadi persaingan sengit dalam pilbup nanti. Apalagi kalau PDI Perjuangan kemudian ikut melebur dalam Koalisi Jumbo, maka diprediksi akan terjadi pertarungan sengit satu lawan satu (head to head) antara Partai Golkar dan Non Golkar. Mungkinkah? Bukan hal yang mustahil. Tapi kalau masing-masing pimpinan parpol Non Golkar masih mengedepankan ego masing-masing, masih merasa paling hebat, masih tidak mau "ngaca", maka "Koalisi Jumbo" cuma Ngelombo (bohong).(oet)
Pasar Senilai 30 Miliar Diresmikan
*Diawali Tasyakur dan Pengajian
KARANGAMPEL – Sempat mengalami penundaan beberapa kali akibat sejumlah fasilitas belum terpenuhi, Pasar Baru Karangampel Kabupaten Indramayu akhirnya diresmikan oleh Wakil Bupati Indramayu Drs H Supendi MSi, Jum’at (6/3) siang. Peresmian juga diawali dengan tasyakur serta pengajian dengan menghadirkan penceramah KH Fuad Abas dari Buntet Pesantren Cirebon.
Supendi berharap kepada para pedagang agar memanfaatkan tempat yang baru ini dengan baik. Karena pembangunan pasar telah memakan biaya yang cukup besar. “Total anggaran untuk pembangunan pasar ini mencapai Rp30 miliar, baik dari APBD Kabupaten, APBD Provinsi, maupun APBN. Selain itu masih ditambah dengan swadaya masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, tambah Supendi, pada tahun ini juga akan dibangun jalan poros yang menghubungkan jalur Karangampel-Indramayu menuju jalur Karangampel-Jatibarang. Jalur yang akan tembus dari lokasi pasar baru ke Desa Dukuhtengah ini akan dibangun dengan anggaranmencapai Rp31 miliar. Jumlah ini terdiri dari anggaran untuk pembebasab tanah senilai Rp12 miliar dan Rp19 miliar untuk pembangunan jalan beton.
Supendi berharap, melalui peresmian yang diawali dengan tasyakuran dan pengajian ini akan membawa berkah bagi para pedagang. “Insya Allah kalau diawali dengan rasa syukur dan ikhlas, rejeki yang diperoleh juga akan bertambah,” kata Wabup.
Sementara Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kabupaten Indramayu, Maman Kostaman SH MM mengatakan, secara umum bangunan pasar sudah siap untuk ditempati. Dikatakannya, bangunan pasar baru Karangampel ini terdiri dari 255 kios, 500 los, dan 250 pedagang lemprakan.
Selain itu, pasar juga dilengkapi dengan sarana penunjang seperti masjid, insalasi pengolah air limbah (IPAL), penerangan jalan umum (PJU), PDAM, Listrik, jalan lingkungan, pagar keliling, taman, dan ruang terbuka hijau.
“Insya Allah seluruh fasilitas sudah lengkap, dan pada tanggal 15 Maret nanti pedagang sudah menempati lokasi yang baru ini,” ujar Maman Kostaman.
Maman juga mengakui kalau sejumlah kios maupun los didalam pasar masih belum selesai dibangun. Meskipun demikian, tuturnya, tidak mungkin kalau peresmian harus menunggu seratus persen selesai. Apalagi ada pedagang yang belum membangun kios/los, dengan alasan menunggu material dari kios/los di pasar lama.
Dikatakan Maman, Pasar Baru Karangampel ini dibangun dengan anggaran yang cukup besar yaitu mencapai 30 miliar rupiah. Jadi bangunan yang sudah ada ini memang harus segera ditempati agar tidak mengalami kerusakan. Maman berharap di lokasi yang baru ini pedagang akan lebih tertib dan nyaman untuk berjualan.(oet)
*Diawali Tasyakur dan Pengajian
KARANGAMPEL – Sempat mengalami penundaan beberapa kali akibat sejumlah fasilitas belum terpenuhi, Pasar Baru Karangampel Kabupaten Indramayu akhirnya diresmikan oleh Wakil Bupati Indramayu Drs H Supendi MSi, Jum’at (6/3) siang. Peresmian juga diawali dengan tasyakur serta pengajian dengan menghadirkan penceramah KH Fuad Abas dari Buntet Pesantren Cirebon.
Supendi berharap kepada para pedagang agar memanfaatkan tempat yang baru ini dengan baik. Karena pembangunan pasar telah memakan biaya yang cukup besar. “Total anggaran untuk pembangunan pasar ini mencapai Rp30 miliar, baik dari APBD Kabupaten, APBD Provinsi, maupun APBN. Selain itu masih ditambah dengan swadaya masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, tambah Supendi, pada tahun ini juga akan dibangun jalan poros yang menghubungkan jalur Karangampel-Indramayu menuju jalur Karangampel-Jatibarang. Jalur yang akan tembus dari lokasi pasar baru ke Desa Dukuhtengah ini akan dibangun dengan anggaranmencapai Rp31 miliar. Jumlah ini terdiri dari anggaran untuk pembebasab tanah senilai Rp12 miliar dan Rp19 miliar untuk pembangunan jalan beton.
Supendi berharap, melalui peresmian yang diawali dengan tasyakuran dan pengajian ini akan membawa berkah bagi para pedagang. “Insya Allah kalau diawali dengan rasa syukur dan ikhlas, rejeki yang diperoleh juga akan bertambah,” kata Wabup.
Sementara Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kabupaten Indramayu, Maman Kostaman SH MM mengatakan, secara umum bangunan pasar sudah siap untuk ditempati. Dikatakannya, bangunan pasar baru Karangampel ini terdiri dari 255 kios, 500 los, dan 250 pedagang lemprakan.
Selain itu, pasar juga dilengkapi dengan sarana penunjang seperti masjid, insalasi pengolah air limbah (IPAL), penerangan jalan umum (PJU), PDAM, Listrik, jalan lingkungan, pagar keliling, taman, dan ruang terbuka hijau.
“Insya Allah seluruh fasilitas sudah lengkap, dan pada tanggal 15 Maret nanti pedagang sudah menempati lokasi yang baru ini,” ujar Maman Kostaman.
Maman juga mengakui kalau sejumlah kios maupun los didalam pasar masih belum selesai dibangun. Meskipun demikian, tuturnya, tidak mungkin kalau peresmian harus menunggu seratus persen selesai. Apalagi ada pedagang yang belum membangun kios/los, dengan alasan menunggu material dari kios/los di pasar lama.
Dikatakan Maman, Pasar Baru Karangampel ini dibangun dengan anggaran yang cukup besar yaitu mencapai 30 miliar rupiah. Jadi bangunan yang sudah ada ini memang harus segera ditempati agar tidak mengalami kerusakan. Maman berharap di lokasi yang baru ini pedagang akan lebih tertib dan nyaman untuk berjualan.(oet)
Langganan:
Komentar (Atom)

