Jumat, 31 Januari 2014

TELITI SEBELUM MEMILIH


Pemilihan umum (pemilu) 2014 yang akan berlangsung 9 April 2014 sudah di depan mata. Di ajang lima tahunan tersebut, warga yang telah memiliki hak pilih akan menentukan pilihannya. Mereka akan memilih (atau tidak memilih) calon anggota DPRD Kabupaten/Kota, DPRD Provinsi, DPR RI, dan DPD (Dewan Perwakilan Daerah).

Bermacam cara pun sudah dilakukan oleh para calon anggota DPRD, DPD, dan DPR RI (sebut saja caleg) untuk mengenalkan diri mereka kepada masyarakat. Mulai dari memasang iklan di media massa, memasang baliho  dimana-mana, memasang stiker, poster, hingga membuat kaos, kemasan rokok maupun air mineral bergambar caleg.

Bahkan banyak juga caleg yang memanfaatkan kesempatan musibah banjir untuk mendekatkan diri kepada masyarakat, melalui pemberian bantuan sebagai bentuk kepedulian. Bantuan, yang biasanya berupa beras dan mie instan itu, tentunya bukan hanya sebagai bentuk kepedulian. Justru banyak yang menganggapnya sebagai ajang pencitraan. Yah, apapun itu alasannya, sah-sah saja. Daripada mereka yang tidak berbuat apa-apa. No action talk only (NATO).

Yang menjadi persoalan sekarang, masyarakat ternyata masih banyak yang bingung untuk menentukan pilihan. Tak jarang mereka justru apatis, atau tidak begitu peduli dengan banyaknya caleg yang bermunculan. Mulai dari caleg muka lama yang sudah membosankan, hingga caleg muka baru yang lagi senang-senangnya menyandang status "calon anggota dewan". Jadi jangan heran kalau masih muncul sikap pragmatis masyarakat, yang mengatakan "Siapa yang ngasih akan saya pilih !".

Kalau masyarakat masih pragmatis dalam memilih calon wakil rakyat, tentunya kita patut prihatin. Karena jangan-jangan anggota dewan yang terpilih nanti, hanya orang yang mampu secara finansial. Sementara kemampuan dan kapasitas yang dimiliki sama sekali tidak ada. Ini sangat mungkin terjadi. Akibatnya, kelak hanya akan menjadi pendengar yang baik di gedung wakil rakyat.

Memang dibutuhkan kecerdasan masyarakat pemilih, agar anggota dewan yang terpilih nanti benar-benar orang yang berkualitas dan memiliki kemampuan untuk menjadi wakil rakyat. Jadi sebelum menentukan pilihan pada tanggal 9 April 2014, sebaiknya harus teliti agar tidak salah pilih. Jangan pilih caleg yang tidak berpihak kepada rakyat atau hanya mementingkan kepentingan pribadi dan golongannya. Pilihlah caleg yang sudah terbukti mampu mengakomodir kepentingan rakyat. Atau kalau mau memilih caleg muka baru, lihat bagaimana track recordnya di masyarakat. Semoga tidak salah pilih.(oet)






Tidak ada komentar:

Posting Komentar